LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI I
I. Judul Percobaan : Cara Mengenal Mikroskop
II. Tujuan : Untuk mengenal dan mengetahui cara penggunaan
mikroskop
III. Alat dan Bahan : >Mikroskop
>Tissu
>Alkohol
IV. Cara Kerja :
A. Persiapan
1. Ambil mikroskop dari tempat penyimpanan dengan menggunakan tangan kanan untuk memegang lengan mikroskop sedangkan tangan bagian kiri untuk menyangga bagian dasar mikroskop tersebut.
2. Letakkan mikroskop pada meja datar dan dekat dengan aliran listrik supaya dapat mengoperasikan mikroskop tersebut.
3. Bersihkan mikroskop dengan menggunakan tissu yang yang telah diberi alkohol 70% untuk membasmi jamur.
4. Tekan tombol ON.
5. Ambil media / objek yang akan diamati yang telah di letakkan pada kaca preparat.
B. Pengoperasian Mikroskop
1. Atur penerangan dengan menggunakan alat penerangan yang terdapat di bawah stage.
2. Gunakan objektif perbesaran 10x.
3. Putar pengatur kasar supaya objektif bergerak ke atas sehingga dapat di atur jarak tepat antara objektif dan objek.
4. Atur diafragma sehingga mendapat banyak cahaya yang masuk.
5. Pasang preparat, letakkan tepat di atas lubang stage.
6. Jepit dengan penjepit preparat.
7. Turunkan obejektif sesuai dengan keperluan. Dalam hal ini jangan terlalu rendah untuk menurunkan objektif, atau bahkan sampai berimpit dengan okuler, karena preparat akan rusak dan pecah.
8. Lihat okuler dengan mata kiri. Dalam hal ini kedua mata pengamat tetap dalam keadaan terbuka. Usahakan jangan sampai menutup mata kanan, karena akan menyebabkan mata pengamat menjadi silindris.
9. Atur pengatur kasar sebaik mungkin sehingga mendapatkan gambar yang diinginkan dari objek yang diamati.
10. Ganti objektif perbesarn 10x dengan perbesaran objektif yang lebih besar dari perbesaran sebelumnya. Dalam hal ini perbesaran bayangan dapat dihitung dengan mengalihkan perbesaran objektif dan perbesaran okulernya.
11. Putar pengatur halus sehingga didapat gambar yang diinginkan dengan jelas.
12. Setelah seluruh kegiatan pengamtan objek selesai, ambil preparat dari
mikroskop, tekan tombol OFF, lalu bersihkan lensa mikroskop dengan alkohol kembali dan kembalikan mikroskop pada posisi semula.
V. Hasil Pengamatan
Bagian-bagian dari mikroskop dan fungsinya:
1. Lensa okuler, untuk memperbesar gambar objek dari lensa objektif sehingga terlihat oleh mata.
2. Lensa objektif, untuk memperbesar objek agar terlihat oleh lensa okuler.
3. Pengatur fokus, untuk mengatur fokus bayangan benda agar terlihat lebih jelas.
4. Pemutar lensa objektif, untuk mengatur lensa objektif yang akan dipakai.
5. Penjepit preparat, untuk menjepit preparat agar tidak mudah bergeser pada saat pengamatan.
6. Meja benda, untuk meletakkan objek pengamatan.
7. Diafragma, untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk.
8. Cermin, untuk memantulkan cahaya yang diarahkan ke objek pengamatan.
VI. Pembahasan
Mikroskop dapat membantu kita melihat benda-benda yang sangat kecil sehingga dapat terlihat oleh kita, itulah fungsi utamanya. Mikroskop cahaya dan mikroskop elektron memiliki manfaat yang sangat penting. Mikroskop telah digunakan dalam bidang kedokteran, ilmu forensik ( untuk menyelidiki sidik jari ), geologi ( untuk meneliti batuan ), industri ( untuk menguji ketahanan suatu benda ), serta dalam bidang makanan dan lingkungan (untuk menyelidiki bakteri beracun dalam makanan).
Mikroskop cahaya merupakan suatu alat yang mempunyai bagian-bagian tertentu, yaitu terdiri dari alat-alat optik dan non optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang mikroskopis dan transparan. Mikroskop cahaya
mempunyai keuntungan yaitu hemat terhadap penggunaan listrik. Daya pisah adalah kemampuan mikroskop untuk secara jelas dan terpisah dalam membedakan dua titik yang berdekatan yang tanpa mikroskop terlihat sebagai satu titik dan dikatakan sebagai jarak terkecil diantara dua titik yang terlihat sebagai dua titik bukannya satu titik. Hal inilah yang membedakan mikroskop canggih dari mikroskop cahaya.
Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka diperoleh hasil yaitu, mikroskop terdiri atas bagian-bagian yang masing-masing bagian tersebut mempunyai fungsi tersendiri. Lensa okuler berfungsi untuk memperbesar bayangan yang bersifat maya dan tegak. Lensa objektif berfungsi untuk mengatur pembesaran ukuran untuk kekuatan 4x, 10x, 40x dan 100x. Kondensor berfungsi untuk mengatur bayangan yang akan diamati atau untuk menaikkan dan menurunkan kondensor. Reflektor berfungsi untuk menerima cahaya yang masuk atau dapat memperjelas cahaya yang akan datang. Tubuh mikroskop berfungsi untuk tempat terjadinya proses bayangan antara lensa objektif dengan lensa okuler. Makrofokus berfungsi untuk mengatur jarak okuler objektif sehingga tepat fokusnya secara kasar dan jelas. Mikrofokus berfungsi untuk mengatur jarak okuler sehingga tepat fokusnya secara tajam. Revolver berfungsi sebagai tempat lensa objektif. Meja objek berfungsi untuk meletakkan preparat yang akan diamati. Penjepit berfungsi untuk memperkokoh kedudukan preparat agar tidak goyang. Pengatur kondensor berfungsi sebagai pengatur letak lensa kondensor terhadap preparat. Pemegang(lengan) berfungsi untuk memegang mikroskop. Diafragma berfungsi mengatur cahaya yang masuk dalam mikroskop. Kaki atau dasar berfungsi untuk memperkokoh kedudukan mikroskop
VII. Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari hasil praktikum ini, yaitu:
1. Mikroskop terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
a. Bagian optik yang terdiri atas:
-Cermin datar dan cermin cekung
-Kondensor
-Difragma
-Lensa okuler
-Lensa objektif
b. Bagian mekanik terdiri ataas:
-Corong mata
-Statif
-Pengatur fokus / revolver
-Alas
-Penjepit
-Sekrup Penggesr
-Penagtur kondensor
2. Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang.
VIII. Daftar Pustaka
Kamajaya.1996. Sains Biologi. Ganesa Exact. Bandung.
Pramesti, Hening Tjaturina. 2000. Mikroskop dan Sel FK. Unlam. Banjarbaru.
Yekti, S. 1994. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar